Kamis, 27 Juni 2013

SUMBER DAYA DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA BETOYO KABUPATEN GRESIK



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Gresik dikenal sebagai kawasan industri dimana di daerah gresik banyak industri diantaranya : semen gresik, PT. Petrokimia gresik, maspion, dan juga industri rumahan seperti : pengrajin songkok, meubel, dan konveksi busana, konveksi kerudung. Salah satu contohnya di desa Betoyo ada, pabriklah pabrik baja dan pabrik karung emas  karung emas dan juga industri rumahannya seperti usaha produksi kerupuk dan konveksi kerudung. Adapun dengan adanya industri-industri yang yang berkembang tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakatnya sendiri. Disamping itu di desa Betoyo juga terkenal sebagai kawasan pertanian tambak sehingga sebagian besar mata pencaharian masyarakatnya adalah sebagai petani tambak. Pertanian tambak ini juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dimana hasil ikan yang dipanen dari tambak bisa dijual dan bisa juga dimanfaatkan sebagai bahan olahan seperti ikan bandeng bisa dijadikan otak-otak bandeng, sapit bandeng, kerupuk bandeng, dan kerupuk udang, dsb. Produk-produk olahan ikan tersebut dapat diekspor ke luar daerah gresik dan hal tersebut dapat menambah perekonomian masyarakat gresik. oleh karena itu apabila perekonomian masyarakatnya stabil maka akan berpengaruh pula pada kesejahteraan hidup masyarakat itu sendiri.
Dengan demikian perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa Betoyo pada umumnya ditopang melalui usaha pertanian dan industri. Oleh karena alasan itulah penulis mengangkat judul“Peran Industri dan Pertanian Dalam Meningkatkan Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat Desa Betoyo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik”.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Jelaskan pengertian Industri dan Pertanian ?
2.      Jelaskan alasan berdirinya pabrik-pabrik di desa Betoyo ?
3.      Jelaskan peran industri dan pertanian dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa Betoyo ?
4.      Jelaskan dampak industri bagi pertanian di desa Betoyo?
5.      Jelaskan keterkaitan antara industri dan pertanian ?
C.    Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui pengertian industri dan pertanian
2.      Untuk mengetahui alasan berdirinya pabrik-pabrik di desa Betoyo
3.      Untuk mengetahu peran industri dan pertanian dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan mayarakat desa Betoyo
4.      Untuk mengetahui dampak adanya industri bagi pertanian di desa Betoyo
5.      Untuk mengetahui keterkaitam antara industri dan pertanian





















BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian industri dan pertanian
Menurut UU No. 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan/atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. Dimana penjelasannya adalah sebagai berikut :[1]
a.       Bahan mentah adalah semua bahan yang didapat dari sumber daya alam dan/atau yang diperoleh dari usaha manusia untuk dimanfaatkan lebih lanjut, misalnya kapas untuk inddustri tekstil, batu kapur untuk industri semen, biji besi untuk industri besi dan baja.
b.      Bahan baku industri adalah bahan mentah yang diolah atau tidak diolah yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana produksi dalam industri, misalnya lembaran besi atau baja untuk industri pipa, kawat, konstruksi jembatan, seng, tiang telpon, benang adalah kapas yang telah dipintal untuk industri garmen (tekstil), minyak kelapa, bahan baku industri margarine.
c.       Barang setengah jadi adalah bahan mentah atau bahan baku yang telah mengalami satu atau beberapa tahap proses industri yang dapat diproses lebih lanjut menjadi barang jadi, misalnya kain dibuat untuk industri pakaian, kayu olahan untuk industri mebel dan kertas untuk barang-barang cetakan.
d.      Barang jadi adalah barang hasil industri yang sudah siap pakai untuk konsumsi akhir ataupun siap pakai sebagai alat produksi, misalnya industri pakaian, mebel, semen, dan bahan bakar.
e.       Rancang bangun industri adalah kegiatan dengan perencanaan pendirian industri/pabrik secara keseluruhan atau bagian-bagiannya.
f.       Perekayasaan industri adalah kegiatan industri yang berhubungan dengan perancangan dan pembuatan mesin/peralatan pabrik dan peralatan industri lainnya.
Adapun industri-industri yang ada di desa Betoyo pada umumnya mereka produksinya mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi ataupun barang jadi seperti yang dilakukan oleh pabrik baja yang ada di desa Betoyo.
Disamping terkenal sebagai kawasan industri, gresik juga dikenal sebagai kawasan pertanian, salah satu contohnya yang ada di desa Betoyo banyak lahan tambak dan kebanyakan masyarakatnya bekerja sebagai petani tambak. Adapun pengertian pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Usaha tani (farming) adalah bagian inti dari pertanian karena menyangkut sekumpulan kegiatan yang dilakukan dalam budidaya. Petani adalah sebutan bagi mereka yang menyelenggarakan usaha tani, sebagai contoh "petani ikan".[2]
2.      Alasan berdirinya pabri-pabrik di desa Betoyo
Alasan berdirinya pabrik-pabrik di desa Betoyo adalah sebagai berikut :
a.       Meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat desa Betoyo secara adil dan merata dengan memanfaatkan dana, sumber daya alam, dan/atau hasil budidaya serta dengan memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup.
b.      Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara bertahap, mengubah struktur perekonomian ke arah yang lebih baik, maju, sehat, dan lebih seimbang sebagai upaya untuk mewujudkan dasar yang lebih kuat dan lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi pada umumnya, serta memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan industri pada khususnya.
c.       Meningkatkan kemampuan dan penguasaan serta mendorong terciptanya teknologi yang tepat guna dan menumbuhkan kepercayaan terhadap kemampuan dunia usaha nasional.
d.      Meningkatkan keikutsertaan masyarakat dan kemampuan golongan ekonomi lemah, termasuk pengrajin agar berperan secara aktif dalapembangunan industri.
e.       Memperluas dan memeratakan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha, serta meningkatkan peranan koperasi industri.
f.       Meningkatkan penerimaan devisa melalui peningkatan ekspor hasil produksi nasional yang bermutu, disamping penghematan devisa melalui pengutamaan pemakaian hasil produksi dalam negeri, guna mengurangi ketergantungan kepada luar negeri.
g.      Mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan industri yang menunjang pembangunan daerah dalam rangka pewujudan Wawasan Nusantara.
3.      Peran industri dan pertanian dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa Betoyo
Dengan banyaknya industri seperti berdirinya pabrik-pabrik dan juga banyaknya lahan tambak yang ada di desa Betoyo, maka secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa Betoyo sendiri karena kehidupan masyarakatnya ditopang dari usaha industri dan pertanian. Hal tersebut terbukti sesuai dengan wawancara yang saya lakukan via chatting dengan beberapa warga desa Betoyo diantaranya saudara Rozi, Hadi Janoko dan Luthfi Amri pada tanggal 22 April 2013. Adapun hasil wawancara dari ketiga orang tersebut intinya sama mengenai peran indutri dan pertanian itu dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan bagi masyarakat desa Betoyo dan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :[3]
1.      Dengan adanya  industri pabrik-pabrik yang berdiri di desa Betoyo seperti pabrik baja maka dapat membuka lapangan kerja baru, baik bagi masyarakat yang menjadi pegawai di pabrik juga munculnya sektor-sektor informal bagi masyarakat sekitar kawasan pabrik yaitu bisa membuka warung-warung makan atau warung kopi. Menurut salah satu narasumber yang saya wawancarai yaitu bapak kolik seorang yang membuka warung kopi di dekat pabrik baja menyatakan bahwasanya pendapatan yang diperolehnya dari hasil warung kopi tersebut setiap harinya kira-kira bisa 200-300 ribu jadi sebulan bisa ditotal sekitar 6000.000.
Disamping itu sektor-sektor lain yang bermunculan seiring dengan berdirinya banyak pabrik yaitu usaha kots-kotsan yang ada di sekitar daerah manyar dan tenger yang mana harganya setiap bulan sekitar 150-200 ribu jadi satu bulan bisa dikatakan hasil dari kots-kotsan pendapatannya setiap bulan sekitar 4500000 dan juga kontrakan bagi karyawan pabrik yang dari luar desa Betoyo. Menurut salah satu narasumber yang saya wawancarai yaitu ibu afifah yang mengatakan bahwa dengan adanya pabrik-pabrik itu membawa keberuntungan tersendiri bagi dirinya dan keluarga karena dia mempunyai rumah pemberian orang tuanya yang tidak terpakai, kemudian  rumah itu di kotskan ke pegawai-pegawai pabrik, sehingga uang hasil dari kots-kotsan dia tabung dan akan berencana untuk pergi umroh.[4]
2.      Menambah penghasilan bagi warga desa Betoyo, dimana biasanya kalau pertanian panenya harus nunggu 3 bulan, akan tetapi di pabrik gajiannya pasti setiap bulan. Sehingga ini dapat menambah penghasilan warga desa Betoyo sebelum panen dari hasil tambak
3.      Mengurangi tingkat pengangguran, dimana semakin luas industri maka semakin besar pula tenaga kerja yang dibutuhkan, sehingga bisa merangkul karyawannya dari pemuda-pemudi desa betoyo yang mungkin setelah lulus SMA tidak bisa melanjutkan untuk kuliah, maka mereka bisa bekerja di pabrik. Dengan demikian dapat mengurangi tingkat pengangguran di desa betoyo sendiri. Adapun warga desa betoyo yang bekerja di pabrik itu hampir 50% dengan rincian sebagai berikut : di pabrik mie sedap warga desa betoyo yang bekerja disana sekitar 30%, di pabrik baja 10 %, di pabrik maspion 5%, di pabrik karung mas 5%
4.      Produk-produk yang diproduksi oleh pabrik bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat desa Betoyo.
5.      Sektor pertanian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan disamping ekonomi juga. Warga desa betoyo yang bekerja di bidang pertanian adalah hampir 50 % ada yang bekerja di lahan tambak sendiri sekitar 30% baik itu di tambak atau di sawah, ada yang bekerja di lahan milik orang lain sekitar 20 %. Meskipun banyak berdiri pabrik-pabrik disekitar kawasan desa betoyo, tetapi masih ada lahan tambak yang bisa dikelola oleh pemiliknya dan bisa menghasilkan ikan ketika dipanen seperti di sekitar rumah saya sendiri yaitu desa betoyokauman masih banyak tambak dan sawah yang bisa menghasilkan, di desa betoyo guci juga masih dikelilingi beberapa tambak dan juga diisi ikan oleh pemiliknya, dan di desa dukuan sari (betoyo sawah) juga masih dikelilingi oleh beberapa tambak. Oleh karena itu selain sektor industri yang berperan dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga desa betoyo, akan tetapi pertanian tambak juga berperan dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga desa betoyo kecamatan manyar kabupaten gresik.
6.      Semakin besar lahan tambak yang di punya maka bisa membantu warga sekitar, seperti warga sekitar bisa bekerja menjadi buruh tani di lahan tambak milik seseorang. Adapun warga desa betoyo yang menjadi buruh tani di lahan tambak milik seseorang adalah sekitar 20%.
4.      Dampak industri bagi pertanian masyarakat desa Betoyo
Selain memberikan dampak positif dari dibangunnya pabrik di desa Betoyo seperti : membuka lapangan pekerjaan baru, mengurangi tingkat pengangguran, dan menambah penghasilan warga. Industri juga memberikan dampak negatif bagi pertanian di desa Betoyo diantaranya sebagai berikut :
·         Pencemaran lingkungan, terutama mencemari lahan pertanian tambak yang ada di sekitar pabrik. Sehingga ini menyebabkan ikan-ikan yang ditanam tumbuh kurang sehat dan banyak yang meninggal sebelum waktunya dipanen
·         Polusi udara
Asap – asap dari cerobong pabrik menyebabkan polusi udara, disamping itu
·         Semakin sempitnya lahan-lahan tambak di desa Betoyo karena banyak lahan yang dijual oleh pemiliknya kepada makelar tanah untuk dijual kepada pengusaha yang kemudian lahan tersebut dibangun menjadi pabrik.
·         Pergeseran mata pencaharian yaitu bagi warga desa yang mempunyai lahan tambak yang luas, maka akan sulit untuk mencari orang yang bisa dipekerjakan di lahan tambaknya karena mereka banyak yang bekerja di pabrik.
5.      Keterkaitan antara industri dan pertanian
Menurut Hadi Prayitno dalam bukunya yang berjudul “pembangunan ekonomi pedesaan” menjelaskan bahwa sebagaimana telah ditetapkan di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara maka pembangunan ekonomi di dalam rangka pembangunan nasional jangka panjang mempunyai sasaran utama mencapai keseimbangan antara bidang – bidang pertanian dan industri. Kepada sector pertanian yang menitikberatkan untuk menuju swasembada pangan dan pada sector industri menitikbertakan pada pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi atau bahan setengan jadi dan juga untuk menekan angka pengangguran. Memang hubungan antara pembangunan pertanian dan industri di dalam masalah ketenagakerjaan bukan saja penting, tetapi punya arti luas dan strategis. Sebab, pembangunan pertanian dapat berhasil baik jika didukung oleh pembangunan industri dan sebaliknya, pembangunan industri dapat berjalan apik apabila didukung oleh keberhasilan pembangunan pertanian sesuai anutan model pembangunan yang sudah dipilih.
Seperti dimaklumi bersama pembangunan industri memerlukan suplei tenaga kerja dari sektor-sektor pertanian. Sebaliknya sector pertanian untuk kepentingan kesinambungannya menghendaki agar tenaga kerja baru yang dihasilkan oleh keluarga petani tidak masuk lagi kedalam sector pertanian. Dengan kata lain diharapkan agar sebagian tenaga kerja ini dapat diserap oleh sector-sektor di luar sektor pertanian misalnya sektor industri, khususnya sub sektor industri kecil pedesaan. Dewasa iini di seluru Indonesia berdasarkan buku statistic 1980 terdapat 8.054 buah perusahaan industri (besar dan sedang) yang melibatkan sejumlah 969.187 orang pekerja, atau dengan rata-rata 120 orang pekerja per perusahaan. Dengan satu pengertian bahwa tambahan tenaga kerja sebagai akibat peledakan pendudukan, belum seluruhnya dapat diserap oleh sektor-sektor non pertanian dalam menuju industrialisasi Indonesia, pembangunan industri pada umumnya dan industri kecil pada khusunya daerah pedesaan, cukup punya arti strategis.
Jenis-jenis industri yang dapat digarap ini sebagaimana ditetapkan pengelompokannya oleh BPS, dan juga dapat dilakukan oleh industri besar dan sedang, adalah : industri makanan dan minuman, industri tekstil, pakaian jadi dan kulit, industri kayu dan barang dari kayu, industri mineral bukan logam dan barang dari logam dan sebagainya.[5]
Dengan demikian industri dan pertanian itu memiliki keterkaitan yang sangat erat, karena keduanya saling melengkapi dimana industri dapat membantu para petani mendapatkan bahan makan ikan atau obat-obatan untuk ikan.













                                        BAB III
 PENUTUP

Dari penjelasan – penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.      industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan/atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. Adapun pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.
2.      Alasan alasan berdirinya pabrik di desa betoyo diantaranya adalah : untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa Betoyo dan menyejahterakan masyarakat desa Betoyo, serta memperluas dan pemerataan kesempatan kerja bagi masyarakat desa Betoyo.
3.      bahwasanya industri dan pertanian itu mempunya peran penting dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakkat desa Betoyo.
4.      Dampak industri bagi pertanian adalah menyebabkan pencemaran lingkungan, polusi udara, sempitnya lahan pertanian, dan pergeseran mata pencaharian.
5.      Anatara industri dan pertanian itu memiliki keterkaitan yang sangat erat.




[3] Hasil wawancara Via chatting dengan beberapa masyararakat desa Betoyo pada tanggal 22 April 2013.
[4] Hasil wawancara dengan bapak kholik (pemilik warung kopi) dan ibu Afifah (pemilik kontrakan di dekat pabrik mie sedap) pada tanggal 21 Juni 2013.
[5] Hadi, Prayitno, Pembangunan Ekonomi Pedesaan (Yogyakarta : BPFE, 1987), 53-54.

0 komentar:

Poskan Komentar